SAMARINDA – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Program Studi Fisika dan Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mulawarman menggelar kegiatan "Percepatan Penyusunan RPS Berbasis OBE Menggunakan Claude.ai untuk Mendukung Kesiapan Pembelajaran Semester Ganjil 2026/2027." Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Claude.ai) sekaligus mengintegrasikan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ke dalam kurikulum.

Kegiatan diawali oleh Alifah Balqis Salamah dan Christoper Michael Budiman selaku Master of Ceremony, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Kholis Nurhanafi, M.Sc. Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FMIPA Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Dra. Hj. Ratna Kulsuma, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan RPS berbasis OBE merupakan fondasi penting dalam menjamin mutu pembelajaran dan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan. Pemanfaatan kecerdasan buatan juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyusunan perangkat pembelajaran tanpa mengurangi kualitas akademik.

Kegiatan yang diketuai oleh Sahara Hamas Intifdhah, S.Si., M.Si. ini diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Fisika dan Program Studi Geofisika. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan menyusun RPS yang selaras dengan prinsip OBE, memanfaatkan Claude.ai, serta mengintegrasikan unit-unit kompetensi SKKNI ke dalam mata kuliah agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Sc. Mustaid Yusuf, M.Si. dengan tema "Menyusun RPS OBE Cerdas: Optimalisasi Claude.ai dalam Perancangan CPMK, Sub-CPMK, dan Rencana Pembelajaran Mingguan (RPM) pada AIS." Pada sesi ini, peserta mempelajari teknik menyusun prompt yang efektif untuk menghasilkan rancangan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, dan Rencana Pembelajaran Mingguan (RPM) yang sistematis serta terintegrasi dengan Academic Information System (AIS). Narasumber juga menekankan bahwa hasil yang dihasilkan AI tetap harus divalidasi oleh dosen agar memenuhi standar mutu akademik.

Materi berikutnya disampaikan oleh Rahmawati Munir, M.Si., Koordinator Program Studi Fisika, dengan tema "Menyelaraskan Capaian Pembelajaran: Strategi Pembobotan CPMK–Sub-CPMK dalam Kurikulum Fisika." Dalam paparannya dijelaskan strategi pemetaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ke dalam CPMK dan Sub-CPMK melalui pembobotan yang proporsional sehingga setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang terukur terhadap profil lulusan. Selain itu, dipaparkan pula strategi integrasi unit-unit kompetensi SKKNI ke dalam mata kuliah Program Studi Fisika sebagai upaya meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan profesi dan dunia industri.

Selanjutnya, Wahidah, S.Si., M.T., Koordinator Program Studi Geofisika, menyampaikan materi "Menyelaraskan Capaian Pembelajaran: Strategi Pembobotan CPMK–Sub-CPMK dalam Kurikulum Geofisika." Materi ini mengulas implementasi pembobotan CPMK dan Sub-CPMK pada kurikulum Geofisika serta strategi integrasi unit kompetensi SKKNI yang disesuaikan dengan karakteristik bidang geosains, survei lapangan, pengolahan data geofisika, dan kebutuhan sektor industri kebumian.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan RPS menggunakan Claude.ai, mulai dari penyusunan CPMK, Sub-CPMK, indikator asesmen, pembobotan capaian pembelajaran, hingga penyusunan RPM. Untuk memastikan hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara optimal, seluruh peserta diberikan penugasan mandiri dan terstruktur sebagai bagian dari pemenuhan 21 Jam Pelatihan (JP).

Melalui kegiatan ini, Program Studi Fisika dan Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Mulawarman menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui implementasi Outcome-Based Education (OBE), pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menggunakan Claude.ai, serta integrasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ke dalam kurikulum. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan RPS yang lebih adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan Universitas Mulawarman di tingkat nasional maupun internasional.

berita Rahmawati Munir