SAMARINDA – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) kembali diimplementasikan oleh dosen pengampu Mata Kuliah Termodinamika Program Studi Fisika FMIPA Universitas Mulawarman melalui kegiatan Mini Festival Aksi Lingkungan yang digelar di Koridor Gedung Prof. Sudrajat FMIPA Unmul, Selasa (16/6/2026). 

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil proyek pembelajaran dari berbagai mata kuliah, termasuk Mata Kuliah Termodinamika yang diampu oleh Dr. Mislan, M.Si. dan Dr. Djayus, M.T.


Pada mata kuliah Termodinamika, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok proyek yang mengangkat tema pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif dan solusi lingkungan. Kelompok pertama mengusung tema “Pembuatan Arang Sekam”, sedangkan kelompok kedua mengangkat tema “Pembuatan Briket Arang”Implementasi PjBL ini menjadi salah satu bentuk penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, peserta tidak hanya mempelajari konsep-konsep teoritis di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi, melakukan eksperimen, serta mengomunikasikan hasilnya kepada masyarakat.

Kelompok Pembuatan Arang Sekam mempresentasikan berbagai aspek mulai dari latar belakang pemanfaatan limbah sekam padi, proses karbonisasi, manfaat arang sekam bagi sektor pertanian dan lingkungan, hingga prospek pengembangannya di masa depan. Arang sekam diketahui memiliki nilai tambah sebagai media tanam, penyerap polutan, serta bahan baku energi alternatif yang ramah lingkungan. 

Sementara itu, Kelompok Pembuatan Briket Arang menampilkan hasil kajian dan demonstrasi mengenai proses produksi briket dari bahan karbon yang berasal dari limbah biomassa. Produk ini dinilai memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, dan berkelanjutan dibandingkan bahan bakar konvensional.

Selain menghasilkan produk yang bernilai guna, proyek pembuatan arang sekam dan briket arang juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memahami penerapan hukum-hukum dasar Termodinamika dalam sistem nyata. Pada proses karbonisasi sekam padi maupun pembakaran biomassa, mahasiswa dapat mengamati secara langsung Hukum Nol Termodinamika melalui tercapainya kesetimbangan termal dalam sistem.

Hukum I Termodinamika terlihat pada proses konversi energi kimia yang tersimpan dalam biomassa menjadi energi panas selama karbonisasi dan pembakaran, sedangkan Hukum II Termodinamika tercermin pada perpindahan panas dari suhu tinggi ke suhu rendah serta meningkatnya entropi selama proses dekomposisi biomassa menjadi arang, abu, dan gas hasil pirolisis. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari persamaan-persamaan termodinamika secara teoritis, tetapi juga mengamati secara langsung bagaimana prinsip-prinsip tersebut bekerja dalam proses konversi energi.

Pemanfaatan limbah biomassa menjadi arang sekam dan briket arang juga sejalan dengan SDGs poin 7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy). Inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah pertanian dan biomassa dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. 

Dosen pengampu Mata Kuliah Termodinamika, Dr. Mislan, M.Si., menjelaskan bahwa implementasi PjBL dirancang agar mahasiswa mampu menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kelas dengan permasalahan nyata di masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya memahami persamaan dan konsep termodinamika secara matematis, tetapi juga mampu melihat bagaimana prinsip-prinsip tersebut bekerja dalam proses konversi energi dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna,” ujarnya. Senada dengan itu, Dr. Djayus, M.T. menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif karena mahasiswa terlibat langsung mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pembuatan produk, hingga penyajian hasil kepada publik.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah menjadi kompetensi penting yang dapat berkembang melalui kegiatan semacam ini serta menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan. 

Selain menampilkan hasil proyek, setiap kelompok juga menyusun media edukasi berupa X-Banner yang berisi informasi mengenai latar belakang, manfaat, bahan dan alat, kualitas produk, prospek pengembangan teknologi, serta ilustrasi fenomena termodinamika yang terjadi pada proses pembuatan arang sekam dan briket arang.

Kegiatan Mini Festival Aksi Lingkungan tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa dari Program Studi Fisika, Geofisika, dan Ilmu Lingkungan. Berbagai proyek yang dipamerkan menunjukkan komitmen sivitas akademika FMIPA Universitas Mulawarman dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. 

Melalui implementasi PjBL, Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Mulawarman terus mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya relevan dengan capaian pembelajaran akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mendukung pengembangan energi bersih dan berkelanjutan.

Dengan mengusung semangat “Belajar Bermanfaat untuk Lingkungan”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan pencapaian SDGs 4 dan SDGs 7.




berita Rahmawati Munir